Jumat, 18 Mei 2012

sahabat


SAHABAT
Sepenggal kisah tentang seorang Alex yang tidak pernah diduga oleh Juno merubah persahabatan yang sudah terjalin erat menjadi sebuah permusuhan.
            Juno dan Alex adalah dua orang yang menjalin hubungan persahabatan semenjak mereka duduk di bangku SD hingga kini mereka SMA. Segala sedih, susah, senang mereka lalui bersama hingga kini. Tidak ada yang bisa memisahkan mereka berdua, sekalipun mereka berbeda kelas.
            Suatu hari, Juno bercerita kepada Alex kalo dia sedang mendapatkan uang tambahan dari orang tuanya dan dia berniat untuk mentraktir Alex makan ditempat langganan mereka. Akhirnya mereka pun bersenang-senang bersama disana.
“Lex, mau pesan apa? Pesan aja tuh,”
“Ah gue mah kayak biasa aja lah Jun,”
            Mereka pun memesan makanan yang mereka mau dan saling mengobrol.
“Eh Lex, dikit lagi gak kerasa ya kita udah mau lulus aja,”
“Iya nih, lo mau lanjutin ke Gunadarma kan Jun?”
“Iya Lex, kan pilihan kita sama, jurusannya doang yang beda,”
“Mudah-mudahan kita dapet jalur undangan ya Jun,”
“Amin. Gue tuh mau banget kuliah disana Lex, keinginan gue dari SMP,”
“Haha iya Jun, gue tau itu kok,”
            Namun, hubungan persahabatan mereka yang sangat erat itu membuat seseorang tidak menyukainya. Dia adalah Kelvin, teman sekelasnya Juno dan Alex. Dia selalu melakukan berbagai cara agar mereka tidak bersahabat lagi. Dia iri, dia ingin Juno menjadi sahabatnya, karena kekayaan yang dimiliki Juno. Jadi, segala upaya dia lakukan agar keinginannya itu terwujud.
            Suatu saat, di adakan tes untuk jalur undangan. Alex dan Juno pun mengikuti tes itu. Telah terpilih beberapa murid di kelas mereka yang mendapat jalur undangan. Ternyata mereka berdua belum mendapat undangan tersebut karena hasil tes mereka hilang. Akhirnya mereka pun mengikuti tes ulang, dan kini hanya ada satu undangan lagi yang harus mereka perebutkan.
“Jun, cuma sisa satu nih. Gimana dong? Lo aja deh yang ambil, kan lo mau banget dapet jalur undangan,”
“Gak ah Lex, itu namanya gak adil. Gue maunya kita bersaing secara sportif,”
“Yaudah kalo itu mau lo. Tapi jangan nangis ya kalo akhirnya gue yang dapet itu Jun hehe,”
“Ye sombong lu Lex haha,”
            Akhirnya mereka berdua pun mengikuti tes itu. Kesempatan ini pun tidak di sia-siakan oleh Kelvin. Dia menyusun siasat untuk membuat hubungan persahabatan Juno dan Alex rusak hingga akhirnya mereaka tidak bersama-sama lagi dan Kelvin lah yang nantinya menjadi sahabat Juno yang kaya raya itu.


“Udah selesai Lex?”
“Udah dong, kecil ini mah Jun hehe,”
“Hahaha lebay banget lo Lex,”
            Beberapa jam kemudian mereka di panggil ke kantor kepala sekolah. Mereka mengira akan diberitahukan hari itu juga hasil tesnya. Namun merka salah. Mereka dipanggil karena salah satu kertas mereka ada yang rusak.
“Liat inii! Kertasnya rusak begini. Kalian gimana sih meletakkannya?” kata Kepsek.
“Kita udah bener kok, pak, meletakkannya,” jawab Alex.
“Tapi kenapa hanya punya Juno yang rusak?” lanjut Kepsek.
“Hah? Punya saya pak? Yah terus gimana dong pak?” jawab Juno terkejut.
*Tiba-tiba Kelvin datang*
“Saya tau pak siapa yang ngerusak kertas itu,” ucap Kelvin.
“Siapa vin?” jawab Kepsek.
“Dia pak (sambil menunjuk kearah Alex). Saya liat dia yang kumpulin terakhir,” jelas Kelvin.
“Loh kok gue sih vin? Engga pak, saya berani sumpah bukan saya,” bantah Alex.
“Saya punya buktinya kok pak,” lanjut Kelvin
“Mana coba tunjukkan ke bapak,” ucap Kepsek.
“Ini pak (sambil menyodorkan hp nya),” sambung Kelvin.
“Ini sudah terlihat jelas, Alex, kalau kamu berbuat curang!” kata Kepsek tegas.
“Tapi saya gak ngerasa ngerusakin itu pak,” Alex membela diri.
“Ya mana penjahat yang ngaku,” ucap Kelvin memanasi.
“Kalau begitu, undangan ini buat Juno. Kamu saya gagalkan Alex!” ujar Kepsek.
“Sekarang kalian keluar dari ruangan saya,” lanjutnya.
            Juno yang sedari tadi diam karena tidak percaya kalau sahabatnya akan berbuat setega itu pun langsung marah-marah kepada Alex.
“Lex, gue gak nyangka ya lo ternyata nusuk gue gini. Pantesan aja dari tadi lo santai aja sama tesnya, ternyata lo punya rencana licik kayak gini!” bentak Juno.
“Jun, percaya sama gue, gue gak ngelakuin itu,” ucap Alex.
“Tapi itu semua udah terbukti Lex, jadi lo gak bisa ngelak lagi. Untung aja ada Kelvin yang tau semua ini, kalo engga, mungkin gue gak bisa wujudin keinginan gue. Thanks ya vin,”
“Iya iya sama-sama Jun. lo kan temen gue, masa iya sih gue tega sama temen sendiri,” jawab Kelvin.
“Gue kecewa Lex sama lo. Yaudah yuk kita pergi dari sini Vin,” ajak Juno.
“Yaudah ayo Jun,” jawab Kelvin riang.


            Semenjak kejadian itu, hubungan Alex dan Juno semakin memburuk. Mereka sudah tidak lagi bersama-sama. Kini Juno selalu bersama-sama dengan Kelvin.
            Setiap hari Alex mencoba menjelaskan kepada Juno dan meminta maaf, tetapi Juno sudah tidak peduli lagi dengan omongannya Alex. Hingga akhirnya mereka lulus dan melanjutkan ke perguruan tinggi masing-masing.
            Di perguruan tinggi, Juno sudah sangat melupakan Alex. Itu semua karena pengaruh dari Kelvin. Namun, tidak dengan Alex. Alex merasa sangat sedih karena harus kehilangan sahabat karibnya itu. Tetapi itu tidak membuat Alex patah semangat dalam meraih cita-cita.
“Juno keadaannya gimana ya? Udah lama banget gak ketemu dia,” ucap Alex dalam hati.
            Alex pun membuka foto-foto kenangannya dengan Juno. Dia begitu menyesali keadaan yang sekarang. Dia sangat ingin mereka kembali seperti dahulu lagi. Alex pun berusaha mencari keberadaan Juno sekarang dan ingin menjelaskan semuanya.
*Beberapa Tahun Kemudian*
“Ah akhirnya gue bisa kan misahin si Alex sama Juno. Emang jago banget deh gue,” ucap Kelvin seorang diri di taman kampus.
“Untung gue tau kan kalo mereka tes ulang lagi. Jadi gue bisa pake kesempatan itu buat ngefitnah si Alex seakan-akan Alex yang ngerusak. Padahal gue yang ngerusak kertas tesnya si Juno hahaha,” lanjutnya sendiri.
            Tanpa disadari oleh Kelvin, Juno telah berdiri di belakangnya dan mendengarkan semua yang telah diucapkan Kelvin. Juno pun memarahi Kelvin karena kelakuan busuknya tersebut.
“Vin! Ternyata selama ini lo ngefitnah Alex? Jadi sebenernya bukan Alex pelakunya?! Keterlaluan banget ya lo ngerusak persahabatan gue sama Alex! Gue bener-bener gak nyangka lo kayak gini!” bentak Juno dan dia pun segera pergi dari tempat itu.
            Kelvin yang kaget kalau ternyata Juno telah mendengar semua ucapannya hanya bisa terdiam menatapi kepergian Juno.
            Saat dijalan pulang, Juno masih terlihat kesal dengan ulah Kelvin yang keterlaluan. Dia merenungi betapa bodohnya iya waktu itu tidak mempercayai sahabatnya sendiri.
“Gue nyesel banget sama tindakan gue dulu. Ternyata Alex beneran gak salah. Kenapa gue gak bisa percaya sama Alex waktu itu? Kenapa gue percayanya malah sama Kelvin? Aduh bodoh banget gue!” celetuk Juno dalam hati.
“Oh iya! Gue mau cari keberadaannya si Alex sekarang deh. Gue mau minta maaf sama dia dan membangun kembali hubungan persahabatan kita dulu,” ujar Juno.
            Juno pun mempercepat langkah kakinya untuk segera sampai dirumah dan mencari tau keberadaan Alex. Berhari-hari dia mecari-cari Alex, namun tidak ada hasilnya. Dia sudah mencari ke daerah rumah Alex, tapi rumah itu sudah dijual dan kepemilikannya sudah terganti. Juno pun bingung mau mencari kemana lagi. Dia sama kali tidak mempunyai data lain tentang Alex karena dia sudah membuang semua yang berhubungan dengan Alex.

            Suatu hari, saat Juno sedang mencari-cari Alex di siang hari, tiba-tiba dia bertabrakan dengan seorang laki-laki gagah dan ternyata orang itu adalah Alex.
“Eh eh maaf mas” kata Juno.
            Begitu keduanya saling bertatap muka, Alex pun segera menyadari kalau orang yang bertabrakan dengannya itu adalah Juno. Alex girang bukan main.
“Juno! Ya ampun ini lo Jun?” kata Alex kaget sekaligus girang.
“Alex! Lex, akhirnya gue ketemu lo juga! Gue nyari-nyari lo selama ini,” jawab Juno.
“Lo nyari-nyari gue Jun? gak salah? Bukannya lo marah sama gue?”
“Gini deh, kita ngobrol di kafe itu aja deh biar tenang,” ajak Juno.
“Yaudah Ayo,” jawab Alex.
*Setibanya di kafe*
“Lo mau ngomong apa Jun?” tanya Alex.
“Gue udah tau semua Lex yang sebenernya terjadi,”
“Hah maksud lo apa Jun?”
“Iya gue udah tau kalo ternyata orang yang ngerusak kertas tes jalur undangan gue waktu dulu tuh bukan lo Lex,”
“Loh terus siapa orang yang ngerusak? Lo tau dari mana Jun?”
“Orang itu Kelvin, Lex. Gue tau karena waktu itu gue gak sengaja denger dia ngomong kalo dia itu ngefitnah lo. Sebenernya itu dia yang ngerusakin,”
“Ya ampun kok bisa sih? Gak nyangka ternyata dia kayak begitu,” jawab Alex kecewa.
“Iya Lex, makanya gue nyari-nyari lo dan akhirnya kita ketemu juga ya disini,”
“Hehe iya Jun, gue juga selama ini nyari-nyari lo. Jadi, kita sahabatan lagi gak nih?”
“Iya pastinya dong Lex! Maafin gue ya Alex, gue udah gak percaya sama omongan lo,”
“Iya, gue udah maafin lo kok Jun. gue seneng akhirnya kita sahabatan lagi,”
“Iya iya gue juga seneng banget Lex,”
Aoudeewyaffsvdhvfsd.kafh
            Akhirnya Alex dan Juno pun kembali menjadi sahabat. Mereka terlihat akrab kembali seperti dulu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar